Ngawi – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh berbagai unsur pemerintah dan masyarakat di Kecamatan Paron. Menindaklanjuti musibah robohnya rumah milik seorang penyandang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sebatang kara bernama Sini, yang berada di RT 03 RW 05 Dusun Munggur, Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, jajaran pemerintah bersama lintas sektor bergerak cepat melaksanakan kerja bakti massal sebagai langkah awal persiapan pembangunan kembali rumah tersebut.
Kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan itu dipimpin langsung oleh Camat Paron, Wibowo, dan melibatkan unsur Trantib Kecamatan Paron, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD, pendamping dari Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, Pemerintah Desa Tempuran, serta masyarakat sekitar yang turut bergotong royong membersihkan lokasi rumah yang roboh.
Kerja bakti ini menjadi bukti nyata kuatnya sinergitas tiga pilar bersama pemerintah desa dan masyarakat dalam memberikan perhatian kepada warga yang membutuhkan bantuan. Seluruh pihak bahu-membahu menyiapkan lahan dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari persiapan rehabilitasi rumah yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2026.
Berdasarkan data yang ada, Sini sebelumnya telah menerima berbagai bentuk bantuan pemerintah. Pada tahun 2018, rumah yang ditempatinya pernah mendapatkan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari TNI. Selain itu, yang bersangkutan juga tercatat sebagai penerima berbagai program bantuan sosial, di antaranya Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa, paket Atensi berupa sarana dan prasarana kamar, bantuan fasilitas sanitasi desa, serta paket permakanan dari pemerintah daerah.
Camat Paron, Wibowo, mengatakan bahwa kehadiran pemerintah dan masyarakat dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang sedang mengalami musibah.
"Kegiatan kerja bakti ini adalah wujud nyata kepedulian dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat serta pemerintah. Kami ingin memastikan bahwa warga yang mengalami musibah tidak merasa sendiri. Sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, Dinas Sosial, pemerintah desa, dan masyarakat harus terus terjaga untuk membantu warga yang membutuhkan. Semoga proses rehabilitasi rumah ini dapat segera terealisasi sehingga yang bersangkutan kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman," ujar Wibowo.
Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat Desa Tempuran yang dengan sukarela hadir dan bergotong royong membantu proses pembersihan lokasi rumah.
Menurutnya, budaya gotong royong merupakan kekuatan utama masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan.
Dengan terlaksananya kerja bakti massal tersebut, diharapkan proses pembangunan kembali rumah milik Sini dapat berjalan lancar sesuai rencana. Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan ini menjadi cerminan bahwa nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan solidaritas sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Kecamatan Paron.(Yn)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar