Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah sebagai upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala sekolah di satuan pendidikan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 20–21 Oktober 2025, bertempat di Aula SMPN 2 Ngawi dan diikuti 132 kepala sekolah SD dan SMP yang baru dilantik per 4 September 2025.
Penyelenggaraan bimtek ini berlandaskan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.
Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pendalaman materi tentang kepemimpinan transformasional, manajemen sumber daya, inovasi pendidikan, serta supervisi akademik berbasis coaching. Bimtek juga diarahkan untuk memastikan kepala sekolah memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan dalam memimpin proses transformasi pendidikan di sekolahnya masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Kabul Tunggul Winarno dalam sambutannya, menegaskan bahwa kepala sekolah merupakan motor penggerak utama kemajuan pendidikan di daerah. “Era pendidikan saat ini menuntut kepala sekolah untuk tidak hanya mampu mengelola administrasi, tetapi juga menjadi pemimpin pembelajaran yang visioner, adaptif, dan mampu melakukan pembinaan berbasis data. Bimtek ini diharapkan menjadi momentum bagi para kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas kepemimpinannya,” tegasnya.
Narasumber kegiatan yakni Drs. Joko Priyono, M.Pd., selaku Koordinator Pengawas, dan Sutarti, M.Pd., Pengawas SD. Keduanya memberikan penguatan terkait bagaimana kepala sekolah dapat menetapkan tujuan strategis, membuat rencana pengembangan sekolah, memfasilitasi guru dalam evaluasi pembelajaran, serta menerapkan pendekatan coaching untuk pengembangan kompetensi guru.
Drs. Joko Priyono dalam materinya menekankan pentingnya konsistensi dalam kepemimpinan. “Kepala sekolah harus mampu menjadi role model. Transformasi sekolah tidak akan terjadi tanpa komitmen, perencanaan matang, dan kemampuan memberikan umpan balik konstruktif kepada guru,” ujarnya.
Sementara itu, Sutarti, M.Pd., menambahkan bahwa supervisi akademik saat ini bukan lagi sekadar penilaian, tetapi proses pendampingan. “Coaching adalah pendekatan yang memungkinkan guru berkembang melalui refleksi. Di sinilah peran kepala sekolah begitu penting,” jelasnya.
Dengan terselenggaranya bimtek ini, diharapkan para kepala sekolah mampu meningkatkan kualitas kepemimpinan, menetapkan tujuan strategis, memfasilitasi evaluasi pembelajaran berbasis data, serta terampil dalam menerapkan coaching sebagai bagian dari supervisi akademik. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Ngawi dalam mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas dan berdaya saing.(Yn)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar