RSUD dr. Soeroto Ngawi Buka Ruang Evaluasi, Libatkan Publik untuk Wujudkan Pelayanan Kesehatan yang Semakin Berkualitas - Jurnal Faktual News

RSUD dr. Soeroto Ngawi Buka Ruang Evaluasi, Libatkan Publik untuk Wujudkan Pelayanan Kesehatan yang Semakin Berkualitas

Share This




NGAWI – RSUD dr. Soeroto Kabupaten Ngawi terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan membuka ruang komunikasi dan evaluasi bersama masyarakat serta berbagai unsur pemangku kepentingan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) RSUD dr. Soeroto Kabupaten Ngawi yang digelar Jumat, 4 September 2026, di Ruang Komite Medik RSUD dr. Soeroto. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, tokoh masyarakat, media, hingga lembaga dan elemen masyarakat lainnya.


Forum tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan dan kepuasan masyarakat. Selain menyampaikan kondisi serta hasil evaluasi pelayanan rumah sakit, forum juga menjadi ruang bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk memberikan masukan, kritik maupun saran sebagai bahan perbaikan pelayanan ke depan.


Dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan hasil Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Semester I Tahun 2026 RSUD dr. Soeroto Kabupaten Ngawi.

Berdasarkan materi survei, populasi pengguna layanan RSUD dr. Soeroto selama periode survei mencapai 217.189 pengguna layanan, dengan target sampel sebanyak 1.139 responden. Sampel tersebut didistribusikan secara proporsional pada tiga kelompok unit pelayanan, yakni Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Rawat Inap, serta Penunjang (Radiologi dan layanan penunjang lainnya).


Survei menggunakan teknik accidental sampling, yakni responden dipilih secara kebetulan ketika menerima layanan dan bersedia mengisi kuesioner. Pelaksanaan survei mengacu pada sembilan unsur pelayanan sebagaimana pedoman PermenPANRB Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik.

Direktur RSUD dr. Soeroto Kabupaten Ngawi, dr. Siti Agustin Ningsih, mengatakan, Forum Konsultasi Publik bukan sekadar agenda formal, tetapi menjadi sarana penting bagi rumah sakit untuk mendengarkan langsung suara masyarakat.

“Pelayanan kesehatan harus terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat. Karena itu, kami membutuhkan masukan dari berbagai pihak, baik masyarakat, tokoh masyarakat, media maupun lembaga lainnya. Apa yang menjadi kekurangan akan kami jadikan bahan evaluasi dan perbaikan,” ujar Siti Agustin Ningsih,


Menurutnya, hasil survei kepuasan masyarakat harus menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah perbaikan pelayanan. Rumah sakit tidak hanya ingin mengetahui tingkat kepuasan masyarakat, tetapi juga mengidentifikasi bagian pelayanan yang sudah baik dan aspek yang masih perlu ditingkatkan.

“Kami ingin membangun budaya pelayanan yang semakin terbuka, cepat, mudah, transparan dan akuntabel. Kritik dan saran dari masyarakat justru menjadi energi bagi kami untuk melakukan pembenahan secara berkelanjutan,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Heri Nurfahrudin, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang secara langsung bersentuhan dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Menurutnya, peningkatan mutu pelayanan tidak dapat dilakukan hanya dari perspektif internal rumah sakit, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat dan berbagai unsur terkait.

“Pelayanan kesehatan harus berpusat pada masyarakat. Artinya, kita tidak cukup hanya melihat dari sisi penyelenggara layanan, tetapi harus mendengarkan bagaimana masyarakat merasakan pelayanan tersebut. Forum seperti ini penting karena menjadi ruang untuk menyatukan perspektif dan mencari solusi bersama,” ungkap Heri Nurfahrudin


Heri juga mendorong agar hasil Survei IKM tidak berhenti sebagai angka atau laporan administratif, namun benar-benar ditindaklanjuti menjadi program perbaikan yang dapat dirasakan masyarakat.

“Harapannya, setiap masukan yang muncul dalam forum ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi RSUD dr. Soeroto. Yang sudah baik dipertahankan, sementara yang masih menjadi keluhan atau kekurangan harus segera dicarikan solusi. Dengan begitu, kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Ngawi akan terus meningkat,” jelasnya.


Forum Konsultasi Publik ini sekaligus memperkuat komitmen RSUD dr. Soeroto untuk membangun pelayanan publik yang partisipatif, transparan dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Keterlibatan berbagai elemen dalam forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang aplikatif, sehingga perbaikan pelayanan tidak hanya menjadi tanggung jawab rumah sakit, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin profesional dan memenuhi harapan masyarakat Kabupaten Ngawi.


Dengan mendengar masyarakat, mengevaluasi pelayanan, dan bergerak bersama, RSUD dr. Soeroto Ngawi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, lebih responsif dan semakin dipercaya masyarakat.(Yn)

Tidak ada komentar:

Pages