Potensi Tanaman Alpukat Hortikultura di Kabupaten Ngawi Cukup Menjanjikan - Jurnal Faktual News

Potensi Tanaman Alpukat Hortikultura di Kabupaten Ngawi Cukup Menjanjikan

Share This




JURNALFAKTUALNEWS.COM | NGAWI, Perkembangan usaha tanaman hortikultura di Kabupaten Ngawi lambat laun mengalami peningkatan yang cukup menjanjikan. Bisa dilihat dari berbagai macam varietas dari masing-masing jenis tanaman hortikultura yang terus bermunculan dengan spesifikasi unggulan buahnya masing-masing.


Pemanfaatan lahan untuk pertanian hortikultura tentunya harus memilih komoditas yang menguntungkan secara ekonomis. Masyarakat sudah terbiasa membudidayakannya  pada lahan yang tidak bermasalah dari segi teknis, ekologis dan menguntungkan secara ekonomis. Selain itu juga didukung dengan penerapan budidaya yang baik dari segi pemupukan dan olah tanam yang baik bisa memaksimalkan produksi. Dengan begitu dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk kepentingan generasi sekarang dan generasi mendatang.


Potensi tanaman hortikultura di Kabupaten Ngawi cukup menjanjikan untuk dikembangkan terutama di daerah kawasan atas (Sine, Ngrambe, Jogorogo dan Kendal). Tanaman-tanaman unggul seperti durian, alpukat, manggis, pisang, jambu biji, jeruk dan lain-lainnya.



Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dengan program peningkatan produksi hortikultura senantiasa berkomitment untuk mengembangkan potensi hortikultura yang ada sampai menuju desa wisata sehingga tujuan meningkatkan kesejahteraan penduduk tercapai.


Buah alpukat yang saat ini baru trend karena dari rasanya yang khas manis gurih lezat serta tekstur yang lembut disertai berbagai manfaat kesehatan sehingga sangat menarik untuk dikembangkan. Di Kabupaten Ngawi populasi tanaman buah alpukat tersebar di 10 kecamatan yang dominan di 4 kecamatan daerah atas (Kec. Sine, Ngrambe, Jogorogo dan Kendal)  


Salah satu kegiatan di tahun 2022 adalah pengembangan buah-buahan termasuk pengembangan buah alpukat di kecamatan Jogorogo sejumlah 13.000 batang yang ditambah stimulant berupa pupuk organic 20 ton dan pupuk NPK 10 Ton untuk 2 desa(2 Gapoktan), yaitu desa Brubuh dan Desa Girimulyo. Kegiatan ini dikemas dengan kegiatan Menuju Ngawi Kampung Alpukat Melalui Kegatan Pengawasan Penggunaan Sarana Pertanian Sub Kegiatan Pengawasan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian Sesuai Komoditas Teknologi Spesifik Lokasi.


Selain bantuan sarana produksi tersebut Dinas ketahanan Pangan dan Pertanian juga mengadakan sosialisasi dan pelatihan tentang pengelolaan tanaman alpukat di kedua desa tersebut untuk membekali dan meningkatkan pengetahuan kepada petani. Pelatihan yang dilaksanakan meliputi cara budi daya yang baik, pengendalian OPT sampai dengan panen/pasca panen.



Varietas buah alpukat di kabupaten Ngawi ada lokal bulat hijau, alpukat mentega, alpukat kendil dan  varietas lainnya. Saat ini kabupaten Ngawi baru meluncurkan varietas baru lokal Ngawi yang unggul dengan nama “Varietas mega Alvocado”. Sedangkan untuk tanaman alpukat yang akan dikembangkan di Gapoktan Giribangkit Ds Girimulyo dan Gapoktan Sido Arum Ds Brubuh Kec Jogorogo ini adalah varietas Kendil, Ijo Bulat, Ijo Panjang dan Cipedak


Harapan bibit yang ditanam dirawat dan dipelihara dengan baik sesuai dengan prosedur cara budidaya yang baik (Good Agricultura Practice) sehingga dihasilkan produksi buah yang optimum baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Dan diharapkan mampu menembus pemasaran yang lebih luas lagi.(yn)

Tidak ada komentar:

Pages