WWW.JURNALFAKTUALNEWS.COM NGAWI – Kabupaten Ngawi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Jawa Timur Tahun 2026. Pembukaan resmi dua ajang olahraga pelajar tingkat Provinsi Jawa Timur tersebut digelar pada Jumat, 6 November 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di Lapangan Alun-Alun Merdeka Kabupaten Ngawi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab api POPDA dan PEPARPEDA pada Kamis, 5 November 2026, mulai pukul 07.00 WIB. Kirab obor menjadi salah satu rangkaian penting sekaligus simbol dimulainya pesta olahraga pelajar terbesar di Jawa Timur tersebut.
Api diarak secara estafet menempuh jarak sekitar 5,1 kilometer menuju pusat Kota Ngawi. Sebanyak 20 atlet pelajar berprestasi asli Kabupaten Ngawi mendapat kehormatan sebagai pembawa obor. Mereka secara bergantian berlari membawa api sebagai simbol semangat sportivitas, persatuan, perjuangan, dan prestasi olahraga.
Rute kirab dimulai dari Desa Ngawi, melintasi kawasan Tugu Kartonyono yang menjadi salah satu ikon Kabupaten Ngawi, hingga berakhir di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi.
Suasana kirab berlangsung meriah dengan antusiasme masyarakat yang menyaksikan perjalanan api olahraga tersebut. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk membangkitkan semangat masyarakat dalam mendukung para atlet pelajar yang akan berlaga.
Puncak kemeriahan berlangsung dalam Opening Ceremony POPDA XV dan PEPARPEDA III Jawa Timur 2026 di Alun-Alun Merdeka Ngawi. Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, pimpinan DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono dan Sri Wahyuni, Ketua Komisi E Sri Untari, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko, Ketua DPRD Ngawi, serta jajaran Forkopimda. para bupati dan wali kota se-Jawa Timur, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua KONI Jawa Timur, serta jajaran Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur.
Pembukaan tersebut juga diikuti kurang lebih 8.000 atlet dan ofisial dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Kehadiran ribuan peserta menjadikan Ngawi sebagai pusat perhatian dunia olahraga pelajar Jawa Timur.
Kemeriahan acara semakin semarak dengan penampilan bintang tamu Guyon Waton yang menghibur para atlet, ofisial, tamu undangan, dan masyarakat yang memadati kawasan Alun-Alun Merdeka Ngawi.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa "penyelenggaraan POPDA dan PEPARPEDA bukan sekadar ajang kompetisi untuk memperebutkan medali, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam membangun karakter, kedisiplinan, sportivitas, serta semangat berprestasi".
"Seluruh pertandingan berlangsung sportif dengan menjunjung tinggi prinsip fair play dan persaudaraan. Ribuan atlet bersama ofisial, keluarga, serta pendukung diharapkan membawa semangat kompetisi yang sehat, tanpa mengesampingkan nilai kebersamaan".imbuhnya
Emil berharap penyelenggaraan POPDA dan Peparpeda turut memberikan dampak positif bagi perekonomian Ngawi. Kehadiran peserta dan pendamping dari berbagai daerah diharapkan ikut mengenalkan potensi wisata alam, kuliner, UMKM, hingga kerajinan lokal.
Sementara itu, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan kebanggaan dan apresiasinya atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah menunjuk Kabupaten Ngawi sebagai tuan rumah penyelenggaraan POPDA XV dan PEPARPEDA III Tahun 2026.
Menurutnya, momentum ini menjadi kesempatan bagi Kabupaten Ngawi untuk menunjukkan kesiapan daerah dalam mendukung pengembangan olahraga, khususnya pembinaan atlet usia pelajar dan atlet paralimpik.
Pemerintah Kabupaten Ngawi juga berharap penyelenggaraan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, mulai dari peningkatan aktivitas ekonomi, sektor UMKM, hingga promosi potensi daerah kepada seluruh kontingen dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Melalui POPDA XV dan PEPARPEDA III Jawa Timur 2026, diharapkan lahir atlet-atlet muda potensial yang mampu mengharumkan nama daerah, bahkan melangkah ke tingkat nasional dan internasional.
Penyelenggaraan ini sekaligus menjadi bukti bahwa olahraga merupakan ruang kesetaraan, persatuan, dan perjuangan bagi seluruh generasi muda tanpa terkecuali. ( Red/Adv Diskominfo)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar