NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas gizi anak melalui Gerakan Makan Telur dan Minum Susu Tahun 2026. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi tersebut digelar pada Selasa (28/7/2026) di Desa Teguhan, Kecamatan Paron, dan diikuti dengan penuh antusias oleh 84 anak usia dini dari PAUD Annida, TK Dharma Wanita, dan TK Nawa Kartika beserta orang tua pendamping.
Kegiatan edukatif ini turut dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Ngawi Ana Mursyidah, Ketua Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DP3AKB, Kepala Dinas Kominfo, Forkopimcam Paron, serta Kepala Desa Teguhan.
Gerakan Makan Telur dan Minum Susu menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam membiasakan anak-anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang sejak usia dini. Program ini juga merupakan bagian dari upaya nyata percepatan penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan.
Bunda PAUD Kabupaten Ngawi, Ana Mursyidah, menyampaikan bahwa pembiasaan makan telur dan minum susu di lingkungan sekolah merupakan intervensi yang efektif dalam mendukung tumbuh kembang anak.
"Gerakan makan telur dan minum susu di lingkungan sekolah dapat menjadi salah satu bentuk intervensi strategis dalam upaya pencegahan stunting sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh anak. Kebiasaan baik ini diharapkan terus berlanjut di rumah dengan dukungan penuh dari orang tua," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya konsumsi protein hewani berkualitas tinggi. Telur dan susu diketahui memiliki kandungan asam amino esensial yang sangat baik untuk pertumbuhan, perkembangan otak, pembentukan otot, hingga memperkuat sistem imun anak.
Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa telur merupakan sumber gizi yang mudah diperoleh dengan kandungan protein, vitamin D, vitamin B kompleks, omega-3, serta berbagai mineral penting lainnya. Konsumsi telur secara rutin dinilai mampu membantu menurunkan risiko stunting pada anak usia dini.
Tidak hanya mengajak masyarakat mengonsumsi telur dan susu, para orang tua juga dibekali berbagai ide kreatif dalam mengolah telur agar lebih menarik bagi anak, seperti dijadikan omelet, dicampur tahu, dibuat sup, dijadikan bahan kue, hingga diolah menjadi nugget.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi, Eko Yudo Nurcahyo, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat melalui berbagai program edukasi dan penguatan sektor peternakan.
"Gerakan Makan Telur dan Minum Susu bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi Ngawi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Dinas Perikanan dan Peternakan berkomitmen menjaga ketersediaan pangan asal hewan yang aman, bergizi, dan mudah diakses masyarakat. Kami berharap kebiasaan mengonsumsi telur dan susu dapat menjadi budaya dalam keluarga sehingga upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan," ujar Eko Yudo Nurcahyo.
Melalui sinergi pemerintah daerah, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, dan keluarga, Pemerintah Kabupaten Ngawi optimistis mampu mencetak generasi yang sehat, cerdas, berprestasi, serta siap mewujudkan cita-cita Indonesia Emas di masa mendatang.(Yn)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar