Dinas Perkim Ngawi Intensifkan Monitoring SPAM Hadapi Ancaman El Nino, Pastikan Pasokan Air Bersih Tetap Aman - Jurnal Faktual News

Dinas Perkim Ngawi Intensifkan Monitoring SPAM Hadapi Ancaman El Nino, Pastikan Pasokan Air Bersih Tetap Aman

Share This

 




Ngawi – Menghadapi potensi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga sembilan bulan, Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) terus melakukan langkah antisipatif guna menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat.


Salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) pada sejumlah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), PAMSIMAS, dan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPAM) yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Ngawi. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh sistem berfungsi optimal serta mengidentifikasi kapasitas cadangan (idle capacity) yang masih dapat dimanfaatkan selama musim kemarau.


Saat ini, Kabupaten Ngawi memiliki sedikitnya 217 sistem penyediaan air minum, baik berupa SPAM, PAMSIMAS, maupun HIPAM yang telah terbangun. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi hampir 900 ribu jiwa penduduk Kabupaten Ngawi, dengan rata-rata kebutuhan air bersih berkisar 60 hingga 100 liter per orang per hari.


Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perkim Kabupaten Ngawi, Pipit Dwi Herlina, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap seluruh sistem penyediaan air minum yang ada, khususnya menjelang puncak musim kemarau.


"Kami melakukan monitoring dan evaluasi pada sejumlah SPAM, PAMSIMAS, maupun HIPAM untuk memastikan seluruh sistem tetap berfungsi dengan baik. Selain itu, kami juga mengidentifikasi kapasitas cadangan yang masih tersedia sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal apabila terjadi peningkatan kebutuhan air selama musim kemarau panjang," ujar Pipit.


Menurutnya, kesiapan infrastruktur air bersih menjadi sangat penting mengingat prediksi cuaca yang menunjukkan potensi kemarau lebih panjang dibanding tahun-tahun sebelumnya.


"Dengan adanya 217 sistem penyediaan air minum yang telah terbangun, kami optimistis kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap dapat terpenuhi. Namun demikian, kami tetap mengimbau pengelola dan masyarakat untuk menggunakan air secara bijak serta menjaga keberlangsungan sumber-sumber air yang ada," tambahnya.


Sebagai bentuk komitmen memperluas akses layanan air bersih, pada tahun 2026 Dinas Perkim Kabupaten Ngawi juga melaksanakan pembangunan dua unit SPAM baru yang berlokasi di Desa Cantel dan Desa Gunungsari. Pembangunan tersebut difokuskan untuk melayani wilayah Non Cekungan Air Tanah (Non-CAT) di kawasan utara Kabupaten Ngawi yang selama ini memiliki keterbatasan sumber air.


Program pembangunan SPAM tersebut didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ngawi dengan total pagu anggaran mencapai Rp1,1 miliar.


Pipit berharap keberadaan SPAM baru tersebut mampu meningkatkan cakupan pelayanan air bersih sekaligus menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi ancaman kekeringan di wilayah utara Ngawi.


"Pembangunan SPAM di Desa Cantel dan Gunungsari merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah Non-CAT. Kami berharap fasilitas ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," pungkasnya.


Melalui berbagai langkah antisipatif tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngawi berupaya memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi meskipun dihadapkan pada potensi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diperkirakan melanda tahun ini.(Yn)

Tidak ada komentar:

Pages