Sanggar Omah Joglo Ngawi, Wadah Pelestarian Budaya dan Lahirkan Seniman Muda Ngawi - Jurnal Faktual News

Sanggar Omah Joglo Ngawi, Wadah Pelestarian Budaya dan Lahirkan Seniman Muda Ngawi

Share This

 





Ngawi – Komitmen melestarikan budaya leluhur Jawa terus digaungkan oleh R.A Kusumo Wahyu Wibowo. Sanggar Omah Joglo berdiri sejak tahun 2021. Sanggar yang sebelumnya bernama Sanggar Yosokusuman (leluhurnya) ini didirikan oleh Mas Bowo dengan tujuan utama mengangkat potensi seniman muda di Kabupaten Ngawi sekaligus menjaga warisan budaya Jawi agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.


Berbasis di Omah Joglo yang beralamat di Jalan Wignyo Gang Kenconowungu 1 No. 67, Purworejo, Karangtengah, Ngawi, sanggar ini aktif bergerak di bidang seni budaya dan pertanian organik melalui program Wirotani. Kegiatan seni yang rutin digelar antara lain latihan kerawitan yang dilaksanakan dua kali dalam seminggu, yakni setiap malam Kamis dan malam Sabtu pukul 19.00 hingga 24.00 WIB.


Karawitan yang diajarkan didominasi oleh gending-gending sepuh dan klasik, sehingga para generasi muda dapat memahami serta menghayati pakem seni tradisi Jawa yang adiluhung. Selain latihan rutin, kelompok karawitan sanggar ini juga kerap menerima tanggapan atau undangan pentas dalam berbagai hajatan masyarakat, khususnya acara mantenan.


Saat ini terdapat empat kelompok aktif di bawah naungan sanggar, dengan masing-masing kelompok beranggotakan sekitar 30 orang. Dari sanggar inilah telah lahir banyak seniman muda berbakat yang bahkan dipercaya tampil di Taman Mini Indonesia Indah dalam berbagai ajang pertunjukan budaya.


Mas Bowo menjelaskan bahwa tujuan utama pendirian sanggar ini bukan semata-mata untuk pertunjukan, melainkan sebagai ruang pembelajaran dan pembinaan generasi muda. Seni budaya itu menghaluskan budi pekerti.


“Kami ingin anak-anak muda Ngawi punya wadah untuk belajar seni tradisi tanpa terbebani biaya. Semua pembelajaran di sini gratis. Prinsip kami gotong royong, guyub rukun, nol rupiah,” ujarnya.


Dengan semboyan “Gotong Royong, Guyub Rukun, Nol Rupiah”, seluruh kegiatan sanggar berjalan secara swadaya. Hingga saat ini, Sanggar Omah Joglo belum menerima bantuan dari dinas terkait setempat. Meski demikian, semangat para pengurus dan anggota tidak surut dalam menjaga eksistensi seni budaya lokal.


Keberadaan sanggar ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat terus hidup melalui kebersamaan dan kepedulian masyarakat. Harapannya, ke depan semakin banyak pihak yang mendukung agar seni tradisi Jawa tetap tumbuh dan berkembang di bumi Ngawi.

Tidak ada komentar:

Pages