DESTINASI WISATA NGAWI YANG EKSOTIS - Jurnal Faktual News

DESTINASI WISATA NGAWI YANG EKSOTIS

Share This

 




JFN Ngawi, Bentang alam dan keragaman budaya yang dimiliki Kabupaten Ngawi merupakan aset tersembunyi yang perlu digali, dikelola, dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat, salah satunya di sektor pariwisata. Namun demikian potensi besar yang dimiliki jika tanpa dibarengi dengan konsep, arah dan strategi yang jelas dalam pengelolaannya, sulit untuk berkembang dan memiliki nilai jual. 

Untuk itu Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Ngawi melalui disparpora (dinas pariwisata, pemuda dan olah raga) bidang pariwisata, memfasilitasi pokdarwis (kelompok sadar wisata) yang tersebar di berbagai desa dengan memberikan bimtek, workshop, seminar dan stimulus berupa bantuan dana berkala dari APBD. Menurut Totok Sugiarto, Kabid Pariwisata Disparpora Ngawi, ini semua untuk mendukung kegiatan pokdarwis agar sektor wisata yang dikelola bisa berkembang, memiliki daya tarik dan daya saing. 



“Dengan begitu akan tercipta lapangan kerja bagi warga sekitar. Roda perekonomian bergerak. Desa punya ketahanan ekonomi. Tingkat kesejahteraan masyarakat tumbuh dan berkembang,” kata Totok. 

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Ngawi, Budi Sulistiyono, bahwa Kabupaten Ngawi kaya akan keindahan alam dan ragam budayanya, “.Ngawi tidak kalah dengan daerah lainnya. Punya potensi besar untuk dikembangkan di sektor wisata,”  kata Bupati Ngawi yang akrab dipanggil Mbah Kung.  



Dukungan Pemkab Ngawi terhadap pemberdayaan masyarakat di sektor pariwisata terbilang besar, tidak hanya segi peningkatan kompetensi insan pokdarwis dan bantuan dana stimulan, tetapi juga pembangunan infrastruktur jalan menuju tempat-tempat wisata. 

Namun demikian, menurut Isa Wahyudi, CEO Inspire Grup dari Malang yang menjadi nara sumber ‘Workshop Pengembangan Desa Wisata’ yang diselenggarakan Disparpora Ngawi (2/12/2020) di Café Omah Jengki, bahwa untuk menjadikan Kabupaten Ngawi sebagai salah satu tujuan wisata ada empat komponen pendukung, yaitu; 1. Menyuguhkan destinasi yang bisa diunggulkan; 2. Mempromosikan; 3. Menjdikan pariwisata sebagai industri dan; 4. Memperkuat kelembagaan. 



“Empat faktor itu merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan, selain infrastruktur, penataan, pengembangan yang berkelanjutan,” katanya. 

Dalam acara workshop yang dihadiri oleh 15 pokdarwis se-Kabupaten Ngawi, CEO Inspire Grup yang biasa di panggil Ki Demang, menjelaskan, pentingnya ada konektifitas antar destinasi wisata satu dengan lainnya sebagai jalur wisata yang ditawarkan kepada wisatawan, juga pentingnya ada konektifitas dengan penyedia jasa transportasi, hotel dan rumah makan. 



“Pokdarwis harus inspiratif, kreatif, atraktif dan selalu berinovasi agar bisa terus bersaing menawarkan keunggulan-keunggulannya. Industri wisata itu dinamis. Jika tidak bisa berinovasi membaca pasar, akan tertinggal,” ujarnya.( Handoyo )



Tidak ada komentar:

Pages