NGAWI | JURNAL FAKTUAL NEWS — Upaya menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Ngawi terus didorong melalui berbagai gerakan yang tidak hanya mengandalkan bantuan sosial, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi, pengembangan potensi desa, lingkungan, wisata dan budaya.
Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan Subuh Bergerak (Seruan dan Tabuhan Bergegas Turunkan Angka Kemiskinan) yang digelar di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan diawali dengan salat Subuh bersama di Masjid Sayyidah Ruqqyyah Al' Anuudii, Dusun Tawun.
Usai salat, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat mengikuti ramah tamah dengan para jamaah.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan berupa sembako, bibit tanaman dan peralatan olahraga kepada masyarakat.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan. Namun, Subuh Bergerak tidak dirancang semata-mata sebagai agenda penyaluran bantuan. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi sarana pemerintah untuk melihat secara langsung kondisi, potensi dan aktivitas masyarakat di tingkat desa.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menegaskan bahwa persoalan kemiskinan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah memiliki peran dalam menyiapkan kebijakan dan intervensi yang tepat, sementara masyarakat menjadi bagian penting dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Penanganan kemiskinan tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat kita dorong agar memiliki aktivitas ekonomi, produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraannya. Pemerintah hadir untuk membuka ruang, memberikan pendampingan dan menguatkan potensi yang sudah dimiliki masyarakat,” ujar Ony.
Menurutnya, program Subuh Bergerak menjadi salah satu upaya untuk membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat sekaligus melihat berbagai potensi yang dapat dikembangkan.
Persoalan kemiskinan, kata Ony, tidak berdiri sendiri. Di dalamnya terdapat persoalan ekonomi keluarga, kesempatan kerja, keterampilan, kesehatan, lingkungan hingga kemampuan masyarakat dalam mengembangkan usaha.
Karena itu, sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, masyarakat, pelaku UMKM serta berbagai unsur lainnya menjadi penting agar program pengentasan kemiskinan dapat memberikan dampak nyata.
“Kita ingin gerakan ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Setelah kita datang, kita melihat, kemudian harus ada tindak lanjut. Potensi yang ada di desa harus kita dorong supaya menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Setelah rangkaian kegiatan di masjid, rombongan kemudian bergerak menuju UMKM Sermier. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah melihat secara langsung aktivitas ekonomi masyarakat.
UMKM dinilai memiliki posisi strategis dalam menggerakkan perekonomian desa. Tidak hanya sebagai sumber pendapatan keluarga, perkembangan usaha mikro juga berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Dari UMKM Sermier, rombongan kemudian melanjutkan kegiatan ke kawasan Wisata Tawun.
Di lokasi wisata tersebut, Bupati Ngawi bersama jajaran dan masyarakat mengikuti kegiatan bersih-bersih lingkungan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan tradisi Keduk Beji.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan keterkaitan antara sektor ekonomi, lingkungan, pariwisata dan kebudayaan.
Kawasan wisata yang terawat dapat memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat. Sementara keberadaan tradisi dan budaya lokal menjadi kekuatan identitas yang dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari potensi wisata daerah.
Kepala Desa Tawun, Purahman, mengapresiasi pelaksanaan Subuh Bergerak yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga masyarakat.
Menurut Purahman, Desa Tawun memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat, baik dari sektor UMKM, pertanian, pariwisata maupun budaya.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Subuh Bergerak di Desa Tawun. Ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memberikan motivasi kepada masyarakat bahwa potensi desa harus terus dikembangkan dan dikelola bersama,” ungkap Purahman.
Ia menambahkan, pemerintah desa akan terus mendorong masyarakat agar mampu memanfaatkan potensi yang ada secara produktif.
Kolaborasi dengan pemerintah daerah juga dinilai penting, khususnya dalam hal pendampingan, promosi, pengembangan UMKM dan penguatan sektor wisata.
“Kami berharap potensi yang ada di Tawun bisa semakin dikenal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. UMKM, wisata, pertanian dan budaya semuanya harus bisa saling mendukung sehingga mampu meningkatkan perekonomian warga,” jelasnya.
Purahman juga menekankan pentingnya menjaga budaya gotong royong. Menurutnya, semangat kebersamaan merupakan modal sosial yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat desa.
Kegiatan bersih-bersih di kawasan Wisata Tawun menjelang Keduk Beji menjadi salah satu contoh nyata bagaimana masyarakat bersama pemerintah dapat menjaga lingkungan sekaligus melestarikan tradisi.(Yn)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar